Kemenag Siapkan Layanan Daftar Haji Online dan  Mobile

Kemenag Siapkan Layanan Daftar Haji Online dan Mobile

Kementerian Agama (Kemenag) menyebut tengah menyiapkan layanan online dan mobile untuk pendaftaran jemaah haji. Direktur Layanan Haji dalam Negeri, Muhajirin Yanis, mengungkapkan inovasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan layanan kepada calon jemaah haji. "Kita siapkan dua inovasi, untuk memudahkan calon jemaah haji Indonesia yang ingin mendaftar haji, yakni melalui layanan mobile dan layanan online," kata Muhajirin melalui keterangan tertulis, Rabu (1/7/2020) lalu.

Menurutnya, inovasi ini merupakan pengembangan dari layanan pelunasan secara online yang sudah berjalan sejak dua tahun lalu. Kala itu, pendaftaran online belum bisa dilakukan karena regulasinya masih disiapkan. Kebutuhan akan inovasi ini semakin dirasa pada masa pandemi.

Akibat proses pendaftaran masih harus dilakukan secara manual, maka layanannya dibatasi hanya lima jemaah per hari. “Rancangan Peraturan Menteri Agama atau RPMA terkait ini sudah dibahas sejak tahun lalu," ujarnya. "Regulasi ini antara lain menjelaskan makna diktum pendaftaran haji di kantor Kemenag yang ada dalam UU No 8 tahun 2019,” lanjut Muhajirin.

Menurut Muhajirin, nantinya fungsi kantor tidak hanya sebatas orang datang dan mengurus. “Regulasi ini mengatur bahwa kantor tidak sebatas diartikan secara fisik yang mengharuskan orang datang, tapi juga bisa dimaknai lebih luas, termasuk sebagai layanan virtual,” sambungnya. Jika regulasi pendaftaran haji secara online atau mobil sudah terbit, Muhajirin menyebut pendaftaran haji bisa lebih fleksibel.

Calon jemaah haji bisa memanfaatkan layanan mobile yang akan ditempatkan di sejumlah titik, tidak harus ke Kantor Kementerian Agama Kab/Kota setempat. Selain itu, pendaftaran juga bisa dilakukan secara online. "Jadi pendaftaran bisa dari manasaja. Misal calon jemaah sedang berada di luar kota atau bahkan luar negeri, tapi KTP nya Gorontalo, maka dia bisa mendaftar haji dari kota atau negara tersebut untuk kuota Gorontalo melalui layanan online yang disiapkan," jelasnya.

Muhajirin menyebut regulasi tersebut sudah memasuki tahap penyelesaian. "Format itu sudah selesai, tinggal menyiapkan server dan pengamanannya. Kita tidak perlu lagi kesulitan harus ada lembar pendaftaran, semua sudah berbasis digital," tandasnya. Adapun diketahui Kementerian Agama memutuskan membatalkan pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2020.

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi pada 2 Juni 2020 lalu. Ia menyebut, keputusan batal berangkatnya jemaah haji diambil mengingat pandemi Covid 19 masih melanda hampir di seluruh dunia. Tak terkecuali Indonesia dan Arab Saudi.

"Pihak Arab Saudi tak kunjung membuka akses bagi jemaah haji dari negara mana pun. Akibatnya, pemerintah tidak mungkin lagi memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan, utamanya dalam pelayanan dan perlindungan jemaah," kata Fachrul Razi dilansir . "Berdasarkan kenyataan tersebut, pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji pada tahun 2020 atau tahun 1441 Hijriah ini," lanjutnya. Adapun keputusan pembatalan pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun ini dituangkan melalui Keputusan Menteri Agama RI Nomor 494 Tahun 2020.

Fachrul menegaskan pembatalan pemberangkatan ibadah haji tahun ini berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali. Artinya, pembatalan itu tidak hanya berlaku untuk jemaah yang menggunakan kuota haji pemerintah baik regular maupun khusus. Tetapi juga jemaah yang akan menggunakan visa haji mujamalah atau undangan, atau furada yang menggunakan visa khusus yang diterbitkan Pemerintah Arab Saudi.

"Jadi tahun ini tidak ada pemberangkatan haji dari Indonesia bagi seluruh warga Indonesia," tegas Fachrul. Menurut Fachrul, selain persyaratan kemampuan secara ekonomi dan fisik, jemaah haji juga harus diberikan jaminan atas kesehatan, keselamatan, dan keamanan. "Keputusan yang pahit ini kita yakini yang paling tepat dan paling maslahat bagi jemaah dan petugas kita semua," kata Fachrul.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *